Menkeu Jelaskan Tujuan Pembentukan Holding Ultra Mikro BRI-PNM-Pegadaian

2021-02-16 09:35:19

Cashcash Pro – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengeluarkan pernyataannya mengenai pembentukan Holding Ultra Mikro yang terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, dan PT Pegadaian.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa tujuan dibentuknya Holding Ultra Mikro oleh pemerintah adalah untuk memperluas pelayanan dan mendorong ultra mikro untuk terus maju dan berkembang.

"Pandemi Covid-19, tidak melemahkan fokus APBN untuk terus mendukung masyarakat dan pelaku usaha terutama pengusaha Ultra Mikro (UMi) dalam menggerakkan ekonomi. Usaha UMi harus dapat akses pembiayaan dan naik kelas ke segmen mikro," tulis Sri Mulyani di akun Instragram miliknya dilansir CNBC Indonesia, Selasa (16/2/2021).

Menurut Sri Mulyani, sinergi dan integrasi bisnis operasi BUMN di bidang pelayanan pembiayaan UMi dilakukan tiga BUMN, yaitu BRI, PNM, dan Pegadaian agar pelayanan pembiayaan meningkat dari 15 juta nasabah UMi menjadi 29 juta nasabah pada 2024.

Pemerataan kesejahteraan dan kesempatan kerja akan meluas. Sehingga pelaku UMi dapat menikmati berbagai layanan produk pembiayaan yang lebih lengkap serta potensi pendanaan yang lebih murah.

“Pemerintah berharap pelaku usaha ultra mikro dapat segera merasakan manfaatnya,” sebutnya.

Terakhir, Sri Mulyani mengajak semua pihak untuk bangkit dan memperkuat usaha ultra mikro dan usaha kecil menengah untuk Indonesia maju.

Asal tahu saja, pembentukan Sinergi Ekosistem Ultra Mikro atau holding ultra mikro akan diawali dengan aksi korporasi penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue dari Bank BRI.

BRI akan melakukan Right Issue setelah mendapatkan arahan dari komite privatisasi dan rekomendasi Menteri Keuangan serta konsultasikan dengan DPR, sesuai dengan PP Nomor 33 tahun 2005 tentang Tata Cara Privatisasi Perseroan.

Foto: Bisnis.com

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera