BCA: Layanan Bank masih Dibutuhkan Fintech

2019-11-08 09:45:19

Industri keuangan berbasis teknologi (financial technology/fintech) saat ini berkembang dengan sangat masif. Namun industri ini diklaim tidak dapat dipisahkan begitu saja dari sektor perbankan.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja menyatakan, layanan jasa keuangan yang ditawarkan perbankan masih sangat dibutuhkan oleh perusahaan fintech. Layanan perbankan disebutkan memiliki keunggulan tersendiri meski disaingi fintech.

Meski harus menghadapi persaingan dengan perusahaan fintech, layanan perbankan sangat membantu berjalannya bisnis fintech. Beberapa layanan perbankan seperti virtual account dan sistem top-up akan tetap dibutuhkan perusahaan keuangan tersebut.

"Fintech terbantu dengan adanya virtual account dan top up sistem [di bank] dan kedua ini masih dibutuhkan, maka fintech [juga] harus punya rekening di bank," ucap Jahja saat diskusi panel di Indonesia Banking Expo, Rabu (6/11/2019), dikutip dari Tempo.co, Kamis (8/11/2019).

Layanan perbankan lain yang dibutuhkan fintech adalah memiliki rekening. Hal ini sesuai dengan aturan dari regulator yang mewajibkan perusahaan fintech memiliki rekening dan menempatkan dana di perbankan.

Diakui Jahja, era digitalisasi saat ini menjadi tantangan bisnis perbankan ke depan. Tantangan tersebut adalah adanya tuntutan terhadap bank untuk lebih berinvestasi, bersinergi, dan membesarkan merek agar lebih dikenal masyarakat.

Jahja menyebutkan sumber daya manusia akan sangat dibutuhkan di era digital. Sumberdaya manusia yang ahli bisa jadi rebutan di perbankan, perusahaan fintech, bahkan perusahaan fintech di luar negeri.

BCA sendiri saat ini tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi serbuan fintech yang semakin menjamur di Tanah Air. Mereka rencananya akan menyulap Bank Royal yang sudah diakuisisinya menjadi bank digital pada tahun depan.

 

Foto: Investordaily.id

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera