Kekayaan Bos BCA Bertambah Rp 110 T, Ini Pendorongnya

2020-09-15 11:57:36

 

Cashcash Pro Blog – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat sahamnya mengalami kenaikan dalam tiga bulan terakhir. Pada periode tersebut, saham BBCA naik sebesar 4,22%.

Pada penutupan perdagangan Senin kemarin di tengah pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dilansir dari CNBC Indonesia, Selasa (15/9/2020), saham BBCA ditutup naik 2,46% ke posisi Rp 30.250/saham.

Dengan kenaikan harga saham tersebut, BCA kini tercatat memiliki kapitalisasi pasar mencapai Rp 745,81 triliun. Kapitalisasi pasar BCA merupakan yang terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Adapun transaksi pada perdagangan kemarin tercatat mencapai Rp 836,19 miliar, sementara volume perdagangan mencapai 27.62 juta saham.

Dengan kenaikan saham tersebut, maka dalam 3 bulan terakhir saham bank milik Grup Djarum tersebut naik 4,22%, setelah sebelumnya pada awal tahun saham BBCA masih minus 9,50%.

Kenaikan harga saham BBCA ini otomatis meningkatkan harta kekayaan duo Hartono selaku bos BCA. Robert dan Michael Hartono menguasai sebanyak 54,94% atau 13.545.990.000 saham BCA melalui PT Dwimuria Investama Andalan.

Dengan kenaikan harga saham di level Rp 30.250/saham, maka nilai saham duo Hartono naik menjadi Rp 410 triliun, atau bertambah Rp 109,96 triliun dalam periode 6 bulan sejak Maret.

Pada pada 23 Maret, harga saham BCA anjlok ke level terendah tahun ini di level Rp 22.150/saham. Saat itu, nilai kepemilikan saham Robert dan Michael Hartono mencapai Rp 300,04 triliun.

Berdasarkan data dari Forbes realtime, kekayaan Budi Hartono terhitung 14 September 2020 tercatat sebesar US$ 17,6 miliar atau Rp 259 triliun (kurs Rp 14.700/US$). Dia di urutan pertama orang terkaya di Indonesia. Sementara saudaranya Michael Hartono punya kekayaan sebesar US$ 16,9 miliar.

 

Foto: Ist.

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera