Pernyataan BCA soal Salah Transfer Rp51 Juta ke Nasabah Berujung Bui

2021-02-26 10:03:01

Cashcash Pro – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengeluarkan pernyataan resminya terkait kasus salah transfer yang dilakukan karyawannya kepada seorang nasabah bernama Ardi Pratama senilai Rp51 juta.

Uang dari salah transfer tersebut digunakan oleh Ardi untuk keperluan belanja dan bayar utang. Namun dia ditahan oleh kepolisian lantaran tidak bisa mengembalikan uang itu tanpa dicicil.

Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F Haryn menyatakan pihaknya sudah menjalankan operasional sesuai hukum yang berlaku.

"Mengenai salah transfer yang terjadi di BCA Citraland, dapat kami sampaikan bahwa kasus tersebut sedang dalam proses hukum dan BCA tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan," sebut Hera dikutip dari Kompas.com, Jumat (26/2/2021).

Hera menjelaskan, kesalahan transfer bank diatur dalam pasal 85 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2011. Aturan ini menyatakan setiap orang yang dengan sengaja menguasai dan mengakui sebagai miliknya dana hasil transfer yang diketahui atau patut diketahui bukan haknya, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau pelaku bisa dikenai denda paling banyak Rp 5 miliar.

 "Dalam hal terjadinya kesalahan transfer oleh bank, nasabah wajib mengembalikan uang tersebut. Penguasaan dana hasil transfer oleh seseorang yang diketahui atau patut diketahui bukan miliknya diancam pidana yang diatur dalam pasal 85 UU 3/2011," tutupnya.

Kasus salah transfer terjadi pada 17 Maret 2020. Transfer kliring sebesar Rp 51 juta itu masuk ke rekening Ardi yang menyangka uang itu adalah komisi dari penjualan mobil sehingga digunakan untuk keperluan belanja.

"Dia makelar mobil, karena pas dicek itu tidak ada identitas pengirimnya, hanya kliring BI. Akhirnya dipakailah uang itu untuk keperluannya seperti belanja dan bayar utang," ujar Kuasa hukum Ardi Pratama, R Hendrix Kurniawan.

10 hari kemudian, tepatnya pada 27 Maret 2020, pihak BCA baru mengetahui bahwa mereka salah mentransfer uang menyusuk adanya komplain dari pihak yang seharusnya menerima transfer uang tersebut.

Pihak BCA pun mendatangi rumah Ardi dengan maksud memintanya untuk mengembalikan utuh nominal uang tersebut. Namun Ardi hanya bisa mengembalikan dana dengan dicicil karena saat itu merupakan awal pandemi terjadi.

Esok harinya, Ardi malah mendapatkan surat somasi dari pihak BCA dan didatangi oleh bagian hukum BCA. Ardi kemudian menghubungi pihak BCA dan berusaha untuk meminta keringanan agar bisa dicicil.

Ardi pun mencicil dengan menyetor uang tunai Rp 5 juta ke rekening BCA pribadinya yang di dalamnya ada dana mengendap terhitung ada lebih kurang Rp 10 juta.

Lalu pada 10 November 2020, Ardi resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dengan tuduhan Pasal 855 UU Nomor 3 Tahun 2011 dan TPPU UU Nomor 4 Tahun 2010. Persidangan terakhir sudah masuk tahap eksepsi.

Foto: Ist.

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera