BRI: Fee Based Income (FBI) Tumbuh Tinggi di Kuartal I 2020

2020-05-20 11:17:41

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) masih berhasil mencatatkan pertumbuhan cukup signifikan pendapatan berbasis komisi atau fee based income (FBI) sepanjang kuartal I 2020 meskipun Covid-19 sudah menekan perbankan sejak Maret. FBI bank pelat merah ini meningkat 32,6% year on year (YoY) di triwulan pertama menjadi Rp 4,1 triliun. Padahal di periode yang sama tahun lalu hanya tumbuh 16,6%.

Pertumbuhan FBI ditambah dengan kenaikan recovery income sebesar 19,8% bikin total pendapatan non-bunga BRI tumbuh signifikan di tiga bulan pertama itu yakni sebesar 50,8%. Namun, Haru Koesmahargyo, Direktur Keuangan memperkirakan FBI tahun ini akan melambat. Pertumbuhan FBI perseroan diprediksi hanya akan tumbuh satu digit.

"Dampak pandemik covid-19 yang akan mulai terasa di triwulan 2. Itu makanya kuartal I masih tumbuh signifikan," dilansir via Kontan.co.id, Selasa (19/5).

Ia menjelaskan, FBI yang berasal dari transaksi trade finance dan transaksi yang terkait dengan bisnis internasional akan menurun di tengah perlambatan ekonomi dunia yang diakibatkan Covid-19. Begitupun dengan fee yang berasal dari administrasi kredit akan turun sejalan melambatnya pertumbuhan pinjaman.

Hanya saja, fee BRI yang terkait dengan transaksi e-channel akan meningkat seiring dengan pembatasan kegiatan di luar rumah. Transaksi perbankan akan lebih banyak melalui e-channel, baik lewat ATM, internet banking maupun mobile banking. Pada triwulan pertama itu, pertumbuhan FBI BRI memang didorong oleh transaksi e-channel dengan pertumbuhan hingga 92,9% dari Rp 870 miliar menjadi Rp 1,67 triliun.

Alhasil, e-channel ini jadi kontributor terbesar FBI perseroan dengan porsi 41%. Padahal kuartal I tahun lalu porsinya baru 28%. Lalu diikuti administrasi kredit yang tumbuh 23,4%, dan administrasi deposit tumbuh 4,1%, Pada periode yang sama tahun lalu, kontributor utama pertumbuhan FBI BRI masih dari trade finance dan bisnis internasional dengan pertumbuhan 63,1%. Sedangkan pada triwulan pertama tahun ini, bisnis tersebut hanya tumbuh 10,9%.


Foto: Kontan.co.id


Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera