BRI Institute Didirikan untuk Cetak Lulusan Cerdas IT dan Keuangan

2020-01-14 09:40:06

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) menaruh minat besar pada industri teknologi finansial atau fintech yang saat ini berkembang pesat. Hal tersebut dibuktikan dengan mendirikan BRI Institute, yang diklaim sebagai kampus fintech pertama di Indonesia.

Rektor BRI Institute Dana S Saroso baru-baru ini menjelaskan alasan mengapa Bank BRI berani mendirikan lembaga pendidikan yang khusus berfokus pada bidang fintech tersebut.

Dia mengatakan bahwa pihaknya melihat peluang bisnis yang potensial dari fintech yang mendisrupsi nyaris seluruh transaksi keuangan menjadi transaksi serba digital.

"Kita melihat bahwa financial dan technology itu menjadi hal yang berdampak ke semua sektor industri. Bank BRI pemikirannya, beberapa tahun yang lalu saat mau mendirikan perguruan tinggi ini, sektor keuangan adalah salah satu sektor yang terdisrupsi dengan perkembangan teknologi khususnya digital, ini yang cukup terasa," ungkap Dana kepada Tribunnews, dikutip Selasa (14/1/2020).

Dana mengakui perubahan teknologi yang begitu pesat saat ini mendisrupsi hampir seluruh sektor industri, termasuk manufaktur, otomasi, robot, dan bahkan keuangan yang tidak dibayangkan banyak pihak sebelumnya. Namun faktanya hal itu benar terjadi.

"Kalau kemarin mungkin perkembangan teknologi 10 tahun yang lalu, itu lebih kepada sifatnya adalah industri-industri manufaktur, otomasi, robot. Tapi dengan perkembangan teknologi, ternyata teknologi (finansial) tersebut masuk juga ke sektor keuangan," tutur Dana.

Bank BRI yang berpengalaman dalam keuangan mikro atau micro finance melihat fintech bisa menjadi peluang baru dalam menciptakan 'talenta lengkap' untuk mengisi beragam posisi di sektor keuangan masa depan.

Oleh karena itu mereka mendirikan BRI Institute. Lembaga yang berlokasi di Ragunan, Jakarta Selatan, tersebut diharapkan mampu melahirkan para talenta muda yang memiliki paket lengkap, yakni memiliki literasi yang kuat terkait IT dan bidang perbankan.

"Nah karena Bank BRI dengan 124 tahun pengalaman di financial khususnya di micro finance atau di keuangan mikro, maka mata rantainya paling panjang. Karena yang bicara kredit kecil itu kan mayoritas adalah Bank BRI, oleh karena itu men-set up BRI Institute adalah (upaya) menyiapkan talenta-talenta di bidang perbankan tapi yang fasih atau yang literate dengan IT khususnya dengan digital," tegas Dana.

Berdiri pada 14 November 2018, BRI Institute menawarkan 6 program studi. 5 di antaranya adalah Sistem Teknologi Informasi dengan konsentrasi Micro Finance, Sistem Informasi dengan konsentrasi Digital Banking, kemudian Teknologi Informasi dengan kekhususan bidang Syariah.

Selanjutnya Ilmu Informatika dengan konsentrasi Insurance, serta Teknologi Bisnis Digital dengan kekhususannya adalah Perbankan. Adapun program studi ke enam adalah Entrepreneurship dengan kekhususan Technopreneur.

Dana mengungkapkan alasan dibalik didirikannya kampus fintech pertama di Tanah Air ini adalah karena Bank BRI berkomitmen untuk menciptakan lulusan atau SDM unggul yang memiliki paket lengkap antara IT dan keuangan. Hal ini sesuai dengan salah satu fokus dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Sekadar informasi, melakukan pendaftaran kuliah di BRI Institute cukup membayar uang pangkal sebesar Rp 15.000.000, sedangkan biaya per semesternya sebesar Rp 10.000.000.

Secara total pengeluaran untuk menempuh studi di kampus ini adalah Rp 95.000.000. BRI Institute juga akan memberikan program magang di industri yang menjadi mitra dari BRI Institute di dua semester akhir.

 

Foto: Bri-institute.ac.id

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera