BTN Optimis Capai Target Kredit Rp 15 Triliun dalam 3 Bulan

2020-06-30 12:39:04

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menargetkan penyaluran kredit selama tiga bulan ke depan dapat mencapai Rp 15 triliun. Bank pelat merah yang fokus pada pembiayaan perumahan ini optimis soal targetnya tersebut.

Bukan tanpa alasan. Pasalnya pemerintah telah menempatkan dana sebesar Rp 30 triliun di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yang mana BTN termasuk anggotanya.

Dari jumlah dana yang diberikan oleh pemerintah tersebut, BTN kebagian sebesar Rp 5 triliun. Dana ini yang ditempatkan dalam bentuk deposito atau simpanan.

“BTN mendapatkan dana Rp 5 triliun tersebut pada Jumat (26/6/2020) dan kami harapkan realisasi dalam bentuk penyaluran kredit secara gross dalam tiga bulan mendatang dapat mencapai Rp 15 triliun,” kata Direktur Utama BTN Pahala N Mansury dalam acara Special Dialogue Bersama BTN: Geliat Properti Di Tengah Pandemi yang digelar Beritasatu TV, Senin kemarin (29/6/2020).

Pahala mengatakan, penempatan dana pemerintah di bank Himbara termasuk BTN merupakan paket kebijakan pemulihan ekonomi nasional sesuai dengan kebijakan restrukturisasi kredit dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70/PMK.05/2020.

“Tentunya kombinasi antara relaksasi yang diberikan dalam bentuk restrukturisasi kemudian juga adanya penempatan dana milik pemerintah ini diharapkan oleh pemerintah bisa menggerakan ekonomi kembali. Ini memang merupakan komitmen kami di bank-bank Himbara dan juga di BTN adalah bagaimana dalam tiga bulan kedepan bisa kami salurkan kepada masyarakat,” imbuh Pahala.

Dia mengatakan, syarat dari penempatan dana milik pemerintah tidak boleh ditempatkan dalam bentuk surat berharga atau SBN dan tidak boleh juga ditempatkan dalam bentuk valas.

“Jadi ada pembatasan-pembatasan sehingga diharapkan penempatan ini akan digunakan untuk bisa menggerakan sektor riil. Bagi kami di BTN karena kami fokusnya di sektor perumahan dan properti tentunya akan kami salurkan di sektor properti,” tegas dia.

Dia optimis pihaknya pertumbuhan kredit BTN dapat mencapai 5% secara tahunan pada akhir tahun ini. Hal ini didorong oleh pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi yang mencapai 10%.

Selain itu, BTN tahun ini mendapatkan alokasi untuk bisa menyalurkan KPR subsidi sekitar 146 ribu unit dengan nilai Rp 18-20 triliun hingga akhir 2020.

Hingga Juni, KPR subsidi mengalami pemulihan. Pada 25 Juni 2020, total permintaan KPR subsidi tercatat naik sebesar 75% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Jadi ini tentunya merupakan salah satu indikator yang sangat positif dimana kami melihat permintaan terhadap KPR subsidi tetap kuat, di mana dalam kondisi pandemi yang sulit seperti ini memang sulit mencari sektor-sektor yang sangat potensial yang masih tumbuh dibandingkan dengan sektor lain. Kami lihat sektor perumahan bisa menjadi salah satu sektor andalan,” papar Pahala.

Dengan meningkatnya KPR subsidi, BTN disebutkan bisa menyalurkan kredit konstruksi untuk para pengembang. KPR subsidi yang sudah tersedia barus saat ini sekitar 30-40 ribu unit.

“Kami harapkan tambahan yang 100 ribu unit lainnya akan bisa dibangun sampai dengan akhir tahun nanti dan bisa selesai, karena untuk bisa membangun itu membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 2 bulan untuk KPR subsidi ini. Jadi kami masih berharap penyaluran kredit kami bisa positif hingga akhir tahun nanti,” lanjut dia.

Hingga Maret 2020, BTN tercatat pertumbuhan kreditnya mencapai 4,9%. Segmen KPR subsidi menyumbang pertumbuhan sekitar 10%.

“Dengan adanya penempatan dana pemerintah dan tambahan kuota Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kami masih cukup confidence sampai akhir tahun nanti jumlah kredit yang disalurkan BTN itu masih bisa tumbuh estimasinya ada di kisaran 5-6% (yoy) pertumbuhan kredit kami sampai dengan akhir tahun nanti dipacu oleh adanya pertumbuhan dari KPR subsidi yang kami perkirakan akan bisa tumbuh 10% pada akhir tahun nanti,” tandas Pahala.

 

Foto: Republika.co.id

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera