AFPI Minta Relaksasi Aturan OJK soal TKB dan Batas Pinjaman

2020-03-24 16:32:38

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) telah resmi mengajukan permohonan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai perpanjangan tingkat keberhasilan atau TKB peer to peer (P2P) lending menjadi 180 hari.

"Kami minta jadi 180 hari, tapi itu kewenangan OJK," ujar Ketua Harian AFPI Kuseryansyah dikutip dari Katadata.co.id, Selasa (24/3/3).

Permohonan tersebut merupakan pengajuan relaksasi aturan fintech pembiayaan kepada OJK. Selanjutnya pihak regulator jasa keuangan akan melakukan diskusi dengan tim teknis dan diharapkan akan ada masukan dari mereka.

Kuseryansyah mengatakan, apabila perpanjangan TKB jadi 180 hari disetujui, fintech lending yang mempunyai portofolio nasabah penyelesaian pinjamannya lebih dari 90 hari masih tetap ditangani secara internal oleh penyelenggara itu sendiri. Hal tersebut dinilai lebih realistis di tengah pandemi corona.

Dalam aturan sebelumnya, OJK menunjuk pihak ketiga untuk menangani portofolio nasabah yang penyelesaian pinjamannya dalam jangka lebih dari 90 hari,

Tak hanya itu, AFPI juga mengajukan permohonan relaksasi aturan yang terkait batas atas pinjaman yang dilakukan oleh fintech lending, dari Rp 2 miliar menjadi Rp 3 miliar atau Rp 4 miliar.

Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan AFPI Tumbur Pardede mengatakan relaksasi tersebut dibutuhkan industri fintech lending seiring meningkatnya permintaan pinjaman dari UMKM atau sektor produktif.

"Kebutuhan peminjam meningkat. UMKM butuh dana darurat. Mereka menjalankan praktik work from home, produktivitasnya menurun. Mereka harus bertahan tiga bulan ke depan," ujarnya belum lama ini.

Dia menyebutkan relaksasi akan diberikan bagi peminjam yang memiliki rekam jejak yang bagus. Para pemberi pinjaman (lender) justru menyanggupi adanya kebutuhan peningkatan borrower (peminjam).


Foto: Infokomputer.grid.id

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera