AFPI: Pusat Data Fintech Lending Siap Terintegrasi September 2019

2019-08-14 11:41:21

Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah mengumumkan Pusat Data Fintech Lending (Pusdafil) akan mulai diintegrasikan secara menyeluruh bulan depan.

"Kami harap September akhir, semua sudah terintegrasi (di Pusdafil). Tetapi mungkin belum sempurna ya. Karena ini pekerjaan besar, semua fintech terdaftar harus masuk ke sana," kata dia dikutip dari Katadata, Rabu (14/8). 

Dengan adanya Pusdafil, perusahaan teknologi finansial pinjaman (fintech peer-to-peer lending) bisa berbagi data peminjam nakal atau enggan membayar.

Pusdafil adalah syarat bagi fintech pinjaman yang ingin mengajukan perizinan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pusdafil mencakup data seperti jumlah pemberi pinjaman (lender) dan kredit macet (non performing loan/NPL). Konsumen atau nasabah bisa melihat data ini.

Ada pun data yang dibagikan fintech pinjaman melalui pusdafil adalah Nomor Induk Kependudukan (NIK). Misalnya, konsumen dengan NIK sekian ingin melakukan pinjaman dan pernah terlambat membayar sekian hari.

"Pengecekan calon peminjam itu dilakukan supaya platform pemberi pinjaman bisa menilai, apakah dia (calon peminjam) cocok untuk diberi pinjaman atau tidak. Lalu, ke depannya bisa dipertimbangkan juga untuk mengatur maksimum pinjaman mereka berapa," ujarnya.

Sebelum ada Pusdafil, fintech pinjaman online harus saling bekerja sama untuk bisa berbagi data peminjam nakal. Cara lainnya adalah menggunakan jasa pemeringkat kredit untuk menilai kelayakan nasabah dan mengadopsi teknologi seperti kecerdasan buatan untuk mengurangi risiko pembiayaan.

AFPI sebelumnya berencana meluncurkan Pusdafil pada Agustus ini. Namun mereka tampaknya baru akan siap sepenuhnya pada September mendatang.  

 

Foto: Cyberthreat.id

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera