Bertambah 6, Fintech Lending Berizin di OJK Jadi 13 Entitas

2019-10-10 09:57:09

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memutakhirkan daftar perusahaan keuangan berbasis teknologi (financial technology/fintech) peer-to-peer lending yang telah mengantongi status terdaftar dan berizin di laman situs resminya.

Dalam daftar tersebut, fintech lending berizin di OJK mengalami penambahan jumlah sebanyak enam entitas, yaitu Modalku, KTA Kilat, Kredit Pintar, Maucash, Finmas, dan KlikACC.

Dengan penambahan tersebut, fintech lending berizin di OJK menjadi 13 entitas dari 127 entitas yang terdaftar. Sebelumnya, fintech lending berizin di regulator keuangan Tanah Air tersebut hanya tujuh entitas.  

OJK mengimbau masyarakat untuk menggunakan jasa penyelenggaraan fintech peer to peer lending yang sudah terdaftar atau berizin dari OJK.

Terkait dengan pemberian tanda izin kepada fintech lending, Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi menyatakan pihaknya selalu mendorong pertumbuhan industri ini.

Dia mengharapkan bahwa fintech P2P lending di Indonesia berakhir seperti di halnya yang terhadi di daratan China. Oleh karena itu, OJK pihaknya terus mengawasi dan menerapkan kehati-hatian.

“Kita tidak mau industri berakhir seperti di China yang mengalami kerusakan yang luar biasa. Kami akan jaga agar industri ini tetap sehat di masa depan,” ungkap Hendrikus dikutip dari Kontan.co.id, Kamis (10/10/2019).

Industri fintech lending di Tanah Air sendiri berkembang dengan pesat. OJK mencatat total akumulasi penyaluran pinjaman dari 127 fintech peer to peer lending mencapai Rp54,71 triliun per Agustus 2019.

Angka ini naik sebanyak 141,4% dibandingkan pada Desember 2018 pada angka Rp22,66 triliun. Namun dihitung sejak awal tahun hingga Agustus lalu, jumlah pinjaman mencapai Rp32,05 triliun. Ini berarti setiap bulan penyaluran pinjaman mencapai Rp4 triliun.

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menargetkan penyaluran pinjaman P2P lending sepanjang 2019 bisa mencapai Rp40 triliun. Ketua Harian AFPI Kuseryansyah optimis bahwa target tersebut bakal tercapai.

“Sampai akhir tahun masih ada 4 bulan tinggal kali Rp 4 triliun sama dengan Rp 16 triliun, tambah Rp 32 triliun. Nah itu melebihi target,” beber Kuseryansyah.

Sementara itu per Agustus, jumlah peminjam (borrower) tercatat sebanyak 10,64 juta rekening. Jumlah naik 190,39% dibandingkan pada periode Desember 2018 yang mencapai 4,35 juta rekening.


Foto: Istimewa

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera