Dengan Fintech, Transaksi Reksadana via Online Capai Rp 5 Triliun

2019-07-16 11:14:52

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat transaksi reksa dana via daring atau online telah mencapai Rp5 triliun.

Dikutip dari Liputan6.com, Deputi Direktur Pengelolaan Investasi OJK, Halim Haryono mengatakan, prestasi itu dikerek oleh kian tingginya penetrasi teknologi di pasar keuangan dalam negeri.

"Dalam kurun waktu 3 tahun, yakni dari 2016 ke 2018, subscription pembelian online naik tinggi. Tiga tahun lalu baru Rp 1 triliun, sekarang transaksi online tembus Rp 5 triliun lebih," tuturnya di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Halim menjelaskan, kenaikan pasar reksa dana online ini secara langsung meningkatkan transaksi di pasar modal Indonesia. Karenanya, OJK mendukung penuh distribusi pemasaran reksa dana secara online.

"Sekarang dengan dibantu dengan keberadaan financial technology (fintech), jumlah investor reksa dana naik tajam, SID (single investor identification) tercatat mencapai 1,25 juta orang, kenaikan yang signifikan," ujarnya.

"Jadi yang menikmati hasil dari pasar modal bukan hanya yang memiliki modal besar, tetapi yang biasa saja juga bisa," tambah dia.

OJK Dorong Pelaku Industri Reksa Dana Pakai Platform Online

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong industri keuangan, khususnya pelaku bisnis investasi reksa dana untuk memanfaatkan platform online.

Selain memudahkan masyarakat untuk membeli beragam produk reksa dana, platform online dapat menjadi sarana untuk menjaring investor milenial.

"Berinvestasi reksa dana melalui platform online terbukti meningkatkan minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi reksa dana terutama generasi milenial yang sangat melek terhadap teknologi," kata Direktur Pengelolaan Investasi OJK, Sujanto, di Jakarta.  

Dia mengatakan, per April 2019 tercatat ada 1.143.801 investor reksa dana. Investor milenial dalam rentang usia 21-30 tahun, menduduki porsi 35 persen dari jumlah tersebut.

"Dan kalau kita gabungkan, 21-30 kalau kita tarik umur 31 sampai 40 itu bisa lebih dari 50 persen. Artinya adanya platform online ini sudah mulai diminati generasi milenial," ungkapnya.

Sebelumnya, hingga Januari 2019, jumlah reksa dana syariah di Bursa Efek Indonesia mencapai 223 produk. Adapun total nilai aset bersih reksa dana syariah per Januari 2019 tersebut mencapai sebesar Rp 37,3 triliun.

Dari jumlah keseluruhan reksa dana yang ada di Indonesia, 11 persen merupakan reksa dana syariah, dan 89 persennya merupakan reksa dana non-syariah.

Selain reksa dana syariah terdapat dua jens Exchange Traded Fund (ETF) dengan nilai kapitalisasi sekitar Rp31,4 miliar.

Adapun dari total 223 jenis reksa dana syariah, jenis reksa dana syariah yang mendominasi adalah saham dengan porsi hingga 28 persen. Kemudian dana pasar uang dan terpotreksi masing-masing dengan komposisi 17 persen.


Foto: swara.tunaiku.com

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera