Fintech Diprediksi Tingkatkan Inklusi Keuangan Hingga 90% pada 2024

2020-07-29 09:31:06

Cashcash Pro Blog – Pandemi virus Corona (Covid-19) yang saat ini belum menunjukkan perlambatan kasus tidak melulu soal hal yang berbau negatif. Bagi industri teknologi keuangan atau fintech, kehadirannya justru menjadi berkah tersendiri.

Pasalnya pandemi tersebut telah memaksa banyak masyarakat beralih dari menggunakan transaksi tunai ke non-tunai. Sehingga pemerintah memprediksikan bahwa inklusi keuangan akan tercapai pada 2024.

Pada tahun tersebut, indeks inklusi keuangan diprediksi akan mencapai 90%. Inklusi keuangan adalah semua anggota masyarakat mempunyai akses terhadap berbagai layanan keuangan formal seperti tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif.

Pelaksana tugas (Plt) Asisten Deputi Keuangan Inklusif dan Keuangan Syariah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Gunawan Pribadi mengatakan fintech menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan keuangan karena berbasis digital yang dibutuhkan saat pandemi.

RedSeer dalam hasil risetnya pada Mei mencatat 69% responden masyarakat Indonesia menjadi lebih sering menggunakan e-commerce selama pandemi virus corona, dengan jumlah pengguna layanan dompet digital (e-wallet) naik 65%. 

"Itu mengindikasikan akses kuangan meningkat selama pandemi," kata Gunawan saat konferensi pers secara virtual, dikutip dari Katadata, Rabu  (29/7).

Dalam hasil riset yang sama, sebanyak 40% responden mengaku akan tetap menggunakan layanan digital meskipun Covid-19 reda. Lalu, 37% responden ingin meningkatkan penggunaannya.

“Itu bukti bahwa konsumen mengalami perubahan perilaku dari offline ke online," lanjut Gunawan. 

Jadi pemerintah optimistis, 90% warga Indonesia akan mendapatkan akses ke layanan keuangan pada 2024. Adapun inklusi keuangan saat ini berada di level 76,19%.

Gunawan menilai fintech dapat meringankan kerja pemerintah dalam mendorong pemulihan ekonomi karena layanannya dilakukan secara digital, bukan fisik.

Pemerintah disebutkan hanya perlu meningkatkan daya beli dan mendorong inklusi keuangan melalui akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Masyarakat yang tadinya usaha mikro dan kecil bisa akses ke bank dapat pembiayaan. Pertumbuhan ekonomi naik dengan berinteraksi ke keuangan formal. Inklusi keuangan juga naik," jelas dia.


Foto: BBVA.com

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera