Fintech Pinjaman Online Ilegal Masih Jadi PR OJK

2019-07-10 12:27:14

Fintech illegal atau aplikasi pinjaman online tidak terdaftar dan tidak berizin yang marak bermunculan di Indonesia masih menjadi tugas utama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tidak heran, jika OJK mengakui hal tersebut merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pihaknya.

"Itu masih jadi PR OJK sampai saat ini," ungkap Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian dan Pengembangan Financial Technology OJK Bintang Prabowo dalam seminar di Jakarta, dikutip Kompas, Rabu (10/7/2019).

OJK sendiri saat ini masih terus melakukan koordinasi dengan Satgas Waspada Investasi untuk memblokir atau menutup aplikasi pemberi pinjaman online yang statusnya tidak jelas tersebut.

Bintang pun menolak berkomentar soal strategi OJK untuk menangkal maraknya fintech illegal di Indonesia. Alasannya di khawatir hal tersebut akan bocor dan menjadi masalah.

Seperti diketahui, Satgas Waspada Investasi beberapa waktu lalu menemukan sebanyak 140 entitas yang menyelenggarakan layanan peer to peer lending tak berizin dari OJK.

Dalam investigasinya, Satgas Waspada Investasi menemukan sebanyak 404 fintech peer to peer lending tidak berizin pada 2018. Lantas pada 2019, ditemukan ada 683 entitas yang ilegal.

Satgas Waspada Investasi sendiri dilaporkan sudah mendesak pihak berwenang dalam hal Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir website dan aplikasi pinjaman online ilegal tersebut.

Satgas juga sudah meminta kepada perbankan untuk menolak pembukaan rekening tanpa rekomendasi OJK. Ini penting dilakukan dalam memutus akses keuangan dari aplikasi pinjaman online ilegal.


Foto: Bisnis.com

 

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera