Go-Jek dan Grab Melihat Ada Peluang Besar Fintech untuk Tumbuh

2020-01-13 10:07:30

Layanan teknologi finansial alias fintech tak dipungkiri saat ini tengah mengalami kemajuan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Eksistensinya pun diklaim berpeluang besar untuk tumbuh.

Hal tersebut diungkapkan oleh Go-Jek dan Grab, dua layanan transportasi online populer di Indonesia. Mereka mengakui layanan fintech sangat penting, dan melihat ada peluang besar layanan tersebut tumbuh di Tanah Air.

Managing Director Go-Pay, Budi Gandasoebrata, menyebutkan, kebutuhan terhadap fintech lahir karena adanya celah antara jumlah pemilik rekening bank dan belum memiliki rekening bank (unbank). Dari sinilah, fintech mengatasi masalah tersebut.

Bukan cuma menyediakan berbagai layanan transportasi online saja, Go-Jek juga mendorong penggunaan berbagai transaksi di layanannya dengan layanan dompet digitalnya, Go-Pay.

“Go-Pay masuk karena kami melihat tingginya penetrasi smartphone di sini. Lalu kami pun berusaha dengan Go-Pay, bagaimana memanfaatkan teknologi untuk finansial,” ucap Budi dikutip dari Liputan6.com, Senin (13/1/2020).

Tingginya penetrasi smartphone di Indonesia pun menjadi keuntungan bagi Go-Jek. Mereka menjadikannya sebagai peluang manis untuk memikat lebih banyak konsumen menggunakan Go-Pay.

Kebutuhan layanan finansial berbasis teknologi disebutkan akan terus meningkat sejalan dengan meningkatnya infrastruktur yang mendukung.

Per akhir 2019, jumlah fintech yang terdaftar dan berizin di Otoritas Jasa Keuangan mencapai 164 entitas. Jumlah tersebut akan terus naik mengingat masyarakat yang belum terjangkau perbankan cukup masif.

 

Foto: Dailysocial.id

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera