INDEF: Fintech Lending Perlu Turunkan Bunga Pinjaman di Tengah Covid-19

2020-03-26 12:31:29

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) baru-baru ini meminta peningkatan batas atas pinjaman untuk usaha kecil menengah (UKM) yang terdampak wabah virus corona kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dari Rp 2 miliar menjadi Rp 3 – 4 miliar.

Pada saat yang sama, perusahaan fintech lending dinilai perlu menurunkan bunga pinjaman di tengah wabah virus Covid-19. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad.

Menurut hal itu penting agar masyarakat tetap mendapatkan akses pembiayaan secara online, dan tingkat kredit macet (non-performing loan/NPL) tidak mengalami kenaikan.

“Ada pilihan untuk Fintech lending, namun perlu melihat situasi ketidakpastian seperti saat ini,” ujar dia dikutip dari Kompas.com, Kamis (23/3/2020).

Tauhid membandingkan di beberapa negara lain, suku bunga pinjaman menjadi sangat rendah di tengah merebaknya wabah virus corona. Bahkan bunga pinjaman diturunkan sampai nol persen.

Apabila suku bunga tinggi, Tauhid mengatakan potensi NPL justru akan semakin meningkat. Tentunya hal ini bisa menjadi masalah besar bagi industri fintech lending.

Selain itu, peluang bisnis fintech lending di tengah mewabahnya Covid-19 cukup besar. Pasalnya layanan digital memungkinkan pengajuan pinjaman bisa dilakukan tanpa harus bertatap muka secara langsung yang saat ini diimbau untuk tidak dilakukan.

Menurut Tauhid, fintech lending dapat membuat fasilitas tambahan. Salah satunya dengan mengadakan program diskon atau hal menarik lainnya untuk meningkatkan bisnisnya.

 

Foto: Ist.

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera