NPL Fintech Melonjak, OJK Sebut Masih Wajar

2020-07-30 15:28:26

Cashcash Pro Blog – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis laporan terbaru mengenai angka non performing financing (NPF) atau rasio kredit macet pada perusahaan teknologi finansial atau fintech hingga bulan Mei 2020.

Dalam laporannya, OJK mencatat NPL fintech mencapai angka 5,10% per Mei 2020. NPL ini mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan periode sama di tahun sebelumnya pada angka 1,57%.

Ketua Bidang Humas dan Kelembagaan Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) Tumbur Pardede mengatakan, kenaikan NPF fintech disebabkan karena dampak pandemi corona (Covid-19). Pandemi ini diakui menurunkan penyaluran pinjaman.

Menurut dia, pandemi menyulitkan peminjam atau borrower dalam melunasi dan melakukan restrukturisasi pinjamannya. Namun begitu, kenaikan NPL fintech ini dinilai masih wajar jika mengacu pada kondisi perekonomian saat ini.

“Saya bilang wajar karena fintech P2P lending menyasar pada segmen peminjam yang berkategori underbanked dan underserved. Artinya, fintech bukan menjadi segmen pasar industri keuangan konvensional, makanya borrower fintech memiliki risiko tinggi daripada segmen pasar industri keuangan konvensional,” ucap Tumbur dikutip dari Kontan.co.id, Kamis (30/7).

Sementara itu, VP of Marketing Growth Koinworks Frecy Ferry Daswaty mengatakan pihaknya menjaga NPL dengan melakukan credit scoring untuk bisa menghasilkan pinjaman yang berkualitas dan didanai oleh pendana.

“Pada semester II, Koinworks optimistis dapat menjaga kinerja di periode ini dengan memaksimalkan pendampingan kepada UKM digital,” ujar Frecy.

Sebagai informasi, fintech lending yang beroperasi di bawah naungan PT Lunaria Annua Teknologi tersebut mampu menjaga NPF berada pada level 1 persen.


Foto: Ist.

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera