OJK Imbau Nasabah Pinjaman Online Juga Harus Punya Etika

2019-07-17 13:53:40

Fintech ilegal saat ini masih menjadi musuh besar Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Badan pemerintah tersebut pun merasa perlu untuk memberantasnya karena keberadaannya dianggap tidak ubahnya seperti rentenir.

Kesamaan antara platform pinjaman online yang tidak terdaftar di OJK dan rentenir diungkapkan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso.  

"Rentenir itu sudah ada sejak lama. Tapi masyarakat memang merasa kehadirannya bermanfaat, misal di pasar banyak pedagang ujungnya ke rentenir. Siapa yang perlu disitu boleh minjem, nggak perlu jaminan, KTP. Pinjam Rp100 ribu pagi, pulangin Rp150 ribu sorenya," katanya dikutip Liputan6, Rabu (17/7/2019).

Pada saat yang sama, Wimboh mengingatkan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mengenai perusahaan fintech resmi. Pada dasarnya, meminjam dana segar dari fintech yang terdaftar di OJK disebutkan penting untuk diketahui masyarakat.

"Nah rentenir ini apa yang mau disalahkan? Apa menyalahi aturan? Nggak ada yang melanggar, hanya etika yang melanggar. Nah ini sama dengan teknologi sekarang ini khususnya fintech. Mau dilarang (fintech ilegal)? Itu siapa, kita nggak tahu. Itu dunia virtual. Kita bisa tutup platform mereka paginya, sore hari buka lagi," jelas dia.

OJK disebutkan sudah menutup sejumlah akun fintech bodong. Namun muncul juga fenomena di mana para nasabah tidak memiliki etika dalam meminjam dana dari fintech.

"Satu orang bisa pinjem 20 kali lewat online. Jadi yang nggak punya etika bukan fintechnya saja, tapi yang minjem juga nggak punya etika. Itulah fenomenanya," terangnya.

Lantas dia pun mengimbau kepada tidak hanya kepada pelaku (fintech), tapi juga masyarakat untuk sama-sama membangun ekosistem yang baik di industri keuangan digital, sehingga dapat saling menguntungkan.

"Untuk pinjaman online atau fintech resmi sudah bisa dilihat atau di cek di website resmi OJK," ungkapnya.

 

Foto: Republika.co.id

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera