OJK kembali Menciduk 133 Fintech Lending Ilegal

2019-10-08 09:21:44

Daftar perusahaan teknologi berbasis keuangan (financial technology/fintech) pinjam meminjam (peer-to-peer lending/P2P lending) bertambah buncit. Pasalnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menemukan ratusan fintech lending ilegal.

OJK melalui Satuan Tugas Waspada Investasi berhasil menciduk 133 fintech ilegal yang tidak mengantongi izin. Secara total jumlah entitas fintech P2P lending ilegal yang berhasil dihentikan dari awal tahun hingga Oktober mencapai 1.073 perusahaan.

"Kami tidak akan menunggu korban masyarakat semakin banyak akibat fintech peer to peer lending ilegal ini, jadi kami terus berburu dan langsung menindak temuan fintech lending yang ilegal dengan meminta Kominfo untuk memblokirnya," kata Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (8/10/2019).

Jumlah fintech ilegal sejak 2018 hingga awal Oktober bukan main banyaknya. Tongam mengungkapkan total entitas fintech lending ilegal yang telah ditindak mencapai 1.477 entitas.

Dalam edukasinya kepada masyarakat mengenai hal tersebut, Tongam mengatakan pihaknya tengah bekerja sama dengan Dinas Kominfo DKI Jaya untuk menayangkan iklan layanan masyarakat yang berisi peringatan untuk menghindari fintech lending yang tak berizin.

"Kami meminta dukungan dan mengajak berbagai pihak untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya fintech peer to peer lending ilegal mengingat keberadaannya sangat merugikan," jelas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Satgas juga menemukan 22 kegiatan usaha gadai swasta ilegal. 13 usaha gadai di antaranya berada di Jawa Tengah dan sisanya di Sumatera Utara.

Selain itu, Satgas juga memblokir 27 entitas penawaran investasi ilegal. 11 di antaranya perusahaan perdagangan forex, 8 perusahaan investasi cryptocurrency, 2 multi level marketing, 1 travel umrah, dan 5 perusahaan investasi lainnya.

 

Foto: Istimewa

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera