Pembayaran Industri Fintech Asia Tenggara Diprediksi Tembus $1 T pada 2025

2019-10-08 13:55:27

Pembayaran digital di Asia yang mencakup layanan transfer dan dompet elektronik diklaim telah mencapai titik belok (inflection point). Itu adalah sebuah titik di mana perubahan dramatis diperkirakan akan segera terjadi.

Hal tersebut termuat dalam hasil studi yang dilakukan sejumlah perusahaan teknologi besar yaitu Google, Temasek dan Bain & Co. Pembayaran digital diperkirakan akan tumbuh dua digit dengan nilai US$1 triliun pada 2025.

Studi tersebut memperkirakan bahwa nilai pasar e-wallet akan tumbuh lebih cepat, dari US$22 miliar pada 2019 menjadi US$114 miliar atau naik lebih dari lima kali lipat pada 2025.

Selain dari perbankan, asuransi, perusahaan pengiriman uang, industri fintech di Asia juga disebutkan mendapatkan dukungan yang cukup besar dari pelaku di industri e-commerce, fintech game, platform media sosial, dan perusahaan transportasi online.

Beberapa di antaranya adalah aplikasi pembayaran Momo di Vietnam, layanan manajemen kekayaan digital Stashaway, serta pemberi pinjaman digital di Indonesia Akulaku. Mereka menavigasi beberapa point seperti akses, kemudahan, dan transparansi dalam penyediaan layanan keuangan.

“Namun, mereka masih menghadapi tantangan dari sisi biaya akuisisi pelanggan yang tinggi dan masih harus dilihat lagi apakah mereka dapat menghasilkan akses finansial yang berkelanjutan seumur hidup,” tulis studi tersebut seperti dilansir dari Bisnis.com, Selasa (8/10/2019).

Sementara itu, Lazada, Gojek, Grab dan Sea Group memiliki leg-up di fintech murni karena mereka sudah memiliki basis pelanggan yang mapan sehingga hambatannya lebih sedikit, dan mitra perusahaan keuangan tradisional untuk menawarkan asuransi, pinjaman, serta pembayaran digital.

Menurut studi yang sama, dari 400 juta orang dewasa di Asia Tenggara, setidaknya ada 198 juta yang masuk kategori unbanked atau tidak terjangkau perbankan dan belum memiliki rekening.

Melihat jumlah populasi unbanked yang sangat besar, perusahaan fintech memiliki potensi yang besar untuk bertumbuh di Asia Tenggara karena mampu meningkatkan akses ke layanan keuangan bagi masyarakat di wilayah ini. 


Foto: Forbes.com

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera