Sebagian Besar Peminjam Fintech Berasal dari Sektor UKM

2019-10-09 12:57:27

Peminjam dari sektor usaha kecil dan menengah (UKM) ternyata mendominasi layanan fintech peer to peer lending. Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah mengungkapkan bahwa jumlahnya mencapai sebanyak 60%.

Menurutnya, pinjaman produktif ini memiliki ticket size yang beragam. Mulai dari ratusan ribu bagi modal toko-toko penjual pulsa, hingga Rp 2 miliar bagi usaha menengah dengan skema invoice financing.

“Produk yang menyasar UKM ada dua. Pertama pinjaman UKM dalam ekosistem digital misalnya merchant e-commerce, ini sudah fully automation karena ada di dalam ekosistem. Sehingga fintech bisa menggunakan data mereka untuk melakukan analisis,” kata Kuseryansyah di Jakarta, dikutip dari Kontan.co.id, Rabu (9/10/2019).

Kuseryansyah mengatakan ada UKM yang belum masuk ke dalam ekosistem digital. Hal inilah yang menurutnya masih jadi tantangan bagi fintech dalam menggarap UKM karena belum mendigitalkan usahanya.

“Dari 127 fintech P2P lending terdapat 45 entitas menjalankan pinjaman konsumtif, kemudian 47 entitas produktif, sisanya menjalankan konsumtif dan produktif,” ungkap dia.

Data ini disebutkan bisa saja terus bergeser seiring dengan perkembangan bisnis yang dijalankan oleh para pelaku industri. Tidak hanya itu, OJK juga mendorong fintech yang hanya menggarap produk konsumtif untuk mulai menyalurkan pinjaman sebanyak 20% ke sektor produktif.

Salah satunya adalah PT Kredit Pintar Indonesia. Mereka saat ini tengah menjalankan proyek percontohan untuk memberikan pinjaman produktif. Untuk tahap awal, mereka memilih sektor pertanian.

“Para petani di desa mereka susah menggunakan Bahasa Indonesia. Inilah yang menjadi tantangan terbesar saat ini. Walau begitu, semangat kita masih ingin memberikan pinjaman kepada para petani. Mungkin dengan cara menggandeng partner atau ekosistem dalam melayani petani tersebut,” kata Chief Executive Officer Kredit Pintar Wisely Wijaya.

Per September 2019, Kredit Pintar sudah menyalurkan akumulasi pinjaman senilai Rp6 triliun sejak awal berdiri pada April 2018 lalu. Adapun sejak awal tahun hingga saat ini, mereka telah menyalurkan pinjaman dengan nilai Rp4 triliun.


Foto: Istimewa

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera