Sekitar 50 Persen Perusahaan Global Sudah Adopsi Fintech

2019-11-06 16:28:22

Hampir 50 persen dari 500 eksekutif di perusahaan global tercatat sudah merambah teknologi finansial (fintech). Temuan ini ditunjukkan dalam hasil survey berjudul Fintech Global 2019 yang dirilis oleh Pricewaterhouse Cooper (PwC).

Dalam penelitian tersebut, para eksekutif yang disurvey tercatat bekerja di industri finansial (IF) seperti perbankan, serta teknologi, media dan telekomunikasi (TMT).

Secara rinci, 47% adalah perusahaan TMT dan 48% adalah perusahaan IF. Perusahaan-perusahaan tersebut menerapkan fintech secara penuh ke dalam model operasi strategis mereka guna meningkatkan efisiensi operasional, pelayanan pelanggan, daya tarik produk, dan menghemat biaya.

Dengan menerapkan model operasional fintech seperti itu, perusahaan-perusahaan tersebut berpeluang membuka bisnis baru.

“Perubahan yang sangat besar harus dilakukan secara top-down dan strategis,” kata Global Financial Services Leader PwC John Garvey dalam sebuah pernyataannya dikutip dari Katadata.co.id, Rabu (6/11/2019).

Menurut Garvey, keterlibatan secara langsung para pemimpin, dewan dan eksekutif sangat berpengaruh terhadap proses perubahan perusahaan ke arah digital. Namun perubahan tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

PwC dalam hasil surveynya mencatat sebanyak 44% perusahaan TMT dan 37% IF telah menggabungkan teknologi baru ke dalam produknya. Hal ini seiring kesiapan konsumen dalam mengadopsi layanan berbasis digital.

Kata Garvey, perusahaan yang bergerak di bidang fintech telah membentuk pasar, sedangkan yang sebaliknya bakal tertinggal. Tiga per empat dari eksekutif yang disurvei pun menyatakan akan meningkatkan investasi fintech dalam dua tahun ke depan.

Selanjutnya lebih dari 90% eksekutif sangat atau cukup yakin bahwa fintech akan memberikan pertumbuhan pendapatan dalam dua tahun ke depan. Namun, fokus, kematangan dan kecepatan pasarnya masing-masing berbeda.

PwC mengatakan, teknologi baru telah meringankan biaya perusahaan dalam menciptakan produk dan layanan yang mudah digunakan, dapat disesuaikan, dan data-intuitive.

Fintech juga mengurangi hambatan masuk bagi perusahaan di industri finansial ataupun TMT sehingga membuat persaingan menjadi semakin kompleks. Oleh sebab itu, perusahaan IF dan TMT diminta untuk  saling merujuk dan melakukan pelatihan untuk mengurangi kesenjangan keterampilan.

Ini mengingat, 42% responden kesulitan mengisi posisi terkait fintech di perusahaan mereka. Hasilnya, 73% perusahaan IF merekrut talenta dari sektor teknologi. Namun hanya 52% perusahaan TMT yang merekrut dari IF.

PwC menyatakan pentingnya menarik Sumber Daya Manusia (SDM) ahli dari TMT ke IF dan sebaliknya. Selain itu, perusahaan juga harus mendorong pembauran lintas sektor.


Foto: Istimewa

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera