Setahun, Penyaluran Dana Fintech Naik 700 Persen

2019-07-16 14:10:53

Perusahaan teknologi finansial (fintech) di dalam negeri diklaim memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar. Buktinya dana penyaluran fintech melonjak hingga 700 persen hanya dalam kurun waktu satu tahun.

Misalnya sepanjang 2017, nilai dana yang tersalurkan dari industri fintech mencapai Rp2,56 triliun. Nilai penyaluran naik 700 persen menjadi Rp22,67 triliun pada tahun berikutnya. 

"2017 dana tersalurkan Rp2,56 triliun. Tahun 2018 total dana tersalurkan senilai Rp22,67 triliun, yakni naik 700 persen. Dengan demikian fintech punya potensi besar dan berkontribusi meningkatkan inklusi keuangan," kata Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi di Gedung BEI, dikutip Liputan6.com, Selasa (16/7).

Meski mengalami pertumbuhan yang kuat, industri fintech tidak lepas dari munculnya perusahaan fintech ilegal yang meresahkan masyarakat. Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kesadaran akan fintech mana yang secara resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Sayangnya banyak mereka yang tidak mempunyai izin (fintech). Jadi kesadaran konsumen perlu sehingga perlindungan konsumen bisa tetap terjaga," jelasnya.

Lantas menurut Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso menyebutkan, masyarakat dapat mengetahui finteh mana yang terdaftar dengan melihat situs resmi di OJK. "Daftarnya sudah ada di website OJK, bisa dicek," katanya.

Sejak 2016 hingga 2018, transaksi reksa dana secara online dilaporkan telah mencapai Rp5 triliun. Padahal tiga tahun lalu, nilai transaksi online tercatat mencapai Rp1 triliun.

Deputi Direktur Pengelolaan Investasi OJK, Halim Haryono mengatakan, prestasi mengesankan itu didorong oleh semakin tingginya penetrasi teknologi di pasar keuangan dalam negeri.

"Dalam kurun waktu 3 tahun, yakni dari 2016 ke 2018, subscription pembelian online naik tinggi. Tiga tahun lalu baru Rp 1 triliun, sekarang transaksi online tembus Rp 5 triliun lebih," jelasnya.

Kenaikan transaksi online ini disebutkan secara langsung juga meningkatkan transaksi di pasar modal Indonesia. OJK pun mendukung penuh distribusi pemasaran reksa dana secara online.

"Sekarang dengan dibantu dengan keberadaan financial technology (fintech), jumlah investor reksa dana naik tajam, SID (single investor identification) tercatat mencapai 1,25 juta orang, kenaikan yang signifikan," kata Halim

"Jadi yang menikmati hasil dari pasar modal bukan hanya yang memiliki modal besar, tetapi yang biasa saja juga bisa," pungkasnya.


Foto: Katadata.co.id

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera