Waspada! Ribuan Fintech Pinjaman Online Ilegal Serbu Pasar Indonesia

2019-07-18 10:46:28

Pasar Indonesia bisa dibilang sebagai surganya bisnis pinjaman online. Bukan tanpa sebab. Ini karena banyak bermunculannya perusahaan fintech yang menawarkan layanan pinjaman meminjam secara online di sini.

Bukan hanya fintech resmi, tapi juga banyak fintech ilegal atau tidak berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyerbu masyarakat Indonesia. Bahkan jumlah fintech ilegal jauh lebih banyak daripada yang legal.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso membeberkan bahwa jumlah fintech ilegal yang ditemukan hingga Mei 2019 mencapai 1.087 perusahaan. Bandingkan dengan fintech resmi yang berjumlah 113 perusahaan.

Menurut Wimboh, ada beberapa risiko dari pemilihan fintech yang keliru, antara lain seperti bunga yang mencekik, penyalahgunaan data, perilaku debt collector yang tidak sesuai, hingga cyber crime.

"Pada prinsipnya data nasabah dilindungi, kalau disebar maka melanggar etika dan masuk ke cyber crime," jelasnya.

"Kalau ada fintech nakal maka kami tutup. Akan tetapi sore kami tutup besok pagi sudah buka lagi," ujar Wimboh dalam seminar mencari format fintech yang ramah konsumen, dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis 18/7/2019).

Dia pun mengimbau kepada masyarakat agar menggunakan layanan fintech yang terdaftar di OJK. Ini karena pengawasan dan pemberian sanksi apabila melanggar aturan mudah dilakukan OJK.

"Kalau tidak terdaftar, kami kan tidak tau dia (fintech) itu siapa. Tapi masyarakat masih banyak yang suka yang tidak terdaftar, atau tidak mengerti. Padahal bisa dicek di website ojk, atau telepon ke 157, kalau tidak bisa juga ya jangan pinjam," tuturnya.

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) juga diminta untuk memberikan edukasi kepada konsumen. Mengingat karakteristik fintech di Indonesia menyasar segmen yang tidak terjangkau oleh bank dan biasanya memiliki literasi keuangan yang rendah.

Wimboh juga menyebutkan ada juga nasabah yang tidak bertanggung jawab. Nasabah seperti ini harus diawasi juga. “Makanya kami minta asosiasi menciptakan data base juga," pungkasnya.

 

Foto: Supchina.com

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera