YLKI: Sebagian Besar Nasabah Tak Baca Syarat dan Ketentuan Fintech

2020-11-19 09:35:22

Cashcash Pro Sebagian besar calon peminjam atau nasabah layanan teknologi finansial (fintech) diketahui tidak membaca syarat dan ketentuan sebelum mereka melakukan transaksi digital. Padahal mereka berisiko menghadapi masalah di kemudian hari.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi. Menurutnya, risiko kerugian bakal semakin besar karena nasabah tidak membaca syarat dan ketentuan secara detil.

"Masyarakat ketika bertransaksi dengan fintech itu sebetulnya belum baca dengan detail tentang syarat dan ketentuan yang berlaku. Kalau tidak ada masalah oke saja, tapi kalau ada masalah ternyata syaratnya memang begitu, sementara konsumen tidak atau belum baca syarat dan ketentuan yang berlaku dalam kontrak perjanjian," ucap Tulus dalam acara Fintech Talk dilansir dari CNN Indonesia, Kamis (19/11).

Tulus menyatakan pihaknya sudah memberikan usulan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengkaji standardisasi syarat dan ketentuan dalam transaksi fintech supaya merugikan pihak konsumen.

Ini karena fintech sering kali memasukkan ketentuan yang bertentangan dengan UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, maupun produk hukum lainnya.

"Dalam perjanjian standar itu ada kadang kala ditemukan klausul yang baku yang sangat merugikan konsumen, ini yang kami minta kepada OJK berkali-kali dan BI bisa melakukan itu juga, agar standar dalam sektor finansial itu direview (dikaji), termasuk di fintech," imbuh dia.

Sejurus dengan YLKI, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Siti Alifah Dina mengatakan mengkomunikasikan syarat dan ketentuan tersebut merupakan salah satu upaya peningkatan transparansi pembayaran.

Dia menambahkan, komunikasi tersebut hendaknya memperhatikan tingkat literasi digital konsumen Indonesia yang belum terlalu baik dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti karena di daerah banyak menggunakan bahasa daerah.

Dia meminta ada peningkatan perlindungan pada konsumen fintech, terutama fintech pembayaran (payment) yang semakin berkembang di tengah pandemi dan mendominasi 13 persen jenis fintech di Indonesia.

Siti menilai fintech memiliki potensi untuk menyentuh sektor yang tidak terangkul perbankan. "Tentunya prospek ke depan semakin positif untuk fintech pembayaran, ditambah juga dukungan regulasi," pungkasnya.

Foto: Tirto.id

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera