Cara Gampang Memilih Pinjaman KPR

2019-06-12 16:12:57

Banyak dari pembelian rumah di Indonesia dilakukan secara kredit. Oleh karena itu produk KPR menjadi sangat penting buat masyarakat yang ingin memiliki rumah.

Saat ini rata-rata bank telah memiliki produk kredit rumah. Berbagai promosi gencar dilakukan, mengingat kebutuhan masyarakat akan hunian cukup tinggi. Margin dari produk ini juga cukup tebal. Sehingga dari sisi demand dan supply saling membutuhkan. Hal inilah yang membuat KPR adalah salah satu produk perbankan yang tumbuh paling cepat.

Beragam penawaran yang dilakukan artinya memberi banyak pilihan bagi konsumen. Kerap kali ini justru membuat calon nasabah semakin bingung. Nah sebenarnya bagaimana cara mudah memilih KPR? Ini tipsnya.

1. Membandingkan Angsuran KPR

Hal pertama yang wajib dan relatif mudah dilakukan adalah membandingkan besarnya angsuran atau cicilan yang ditawarkan oleh penyalur KPR.

Caranya mudah. Silahkan datang ke customer service di bank. Mereka biasanya sudah punya tabel bunga dan cicilan KPR yang berlaku. Tinggal dipilih untuk nominal pinjaman, jangka waktu, jumlah cicilan per bulan.

Dengan jumlah pinjaman KPR yang sama, jangka waktu yang sama, Anda bisa membandingkan lembaga mana yang menawarkan cicilan KPR paling kecil.

Perbandingan sebaiknya tidak dilakukan hanya terhadap besarnya suku bunga, karena bisa saja suku bunga sama, dan jumlah KPR sama, tetapi jumlah angsurannya berbeda. Jadi untuk lebih pastinya, Anda disarankan melihat berapa jumlah angsuran.

2. Tingkat dan Jenis Bunga
Jumlah angsuran  ditentukan oleh berapa besar suku bunga, serta jenis bunga yang dipakai. Ada dua jenis suku bunga, yaitu: tetap dan floating.

Dengan suku bunga tetap, angsuran tidak berubah selama masa KPR. Umumnya ketika masih menggunakan bunga ini, jumlah cicilan relatif kecil. Tapi, pastikan berapa lama jangka waktu berlakunya suku bunga tetap ini.

Umumnya lembaga penyalur KPR menawarkan suku bunga tetap untuk waktu tertentu saja. Setelah masa berlaku selesai, suku bunga berubah menjadi tidak tetap (floating). Saat masa suku bunga tetap berakhir, cicilan akan naik dan berfluktuasi karena mengikuti bunga pasar.

Dengan suku bunga tidak tetap ( floating), artinya tingkat suku bunga bisa berubah tergantung gejolak bunga pasar. Jika penyalur KPR menawarkan tingkat bunga tidak tetap, maka ketika bunga pasar turun, umumnya bunga KPR yang ditawarkan kepada masyarakat juga akan turun. Demikian juga sebaliknya. Ketika bunga pasar naik, bunga KPR ikut naik.

3. Bagaimana Jika Bunga Berubah
Setiap bank penyalur KPR mempunyai kebijakan yang berbeda tentang perubahan suku bunga. Sebaiknya Anda menanyakan apakah mereka berhak setiap saat melakukan perubahan suku bunga atau berdasarkan kriteria/ tolok ukur tertentu.

Jika terjadi penurunan bunga KPR, apakah penurunan ini akan diberlakukan terhadap KPR yang sudah dicairkan sebelumnya. Bagaimana prosesnya? Apakah nasabah harus mengajukan permohonan atau bank otomatis menurunkan suku bunga KPR untuk nasabah eksisting.

Ada kalanya, jika bunga turun, maka suku bunga baru hanya diberlakukan terhadap konsumen baru dan tidak berlaku bagi nasabah lama KPR. Pastikan syarat tersebut dalam perjanjian kredit.

4. Biaya KPR
Biaya KPR mencakup biaya penilaian, biaya notaris, akta jual beli PPAT, akta perjanjian kredit, akta pemasangan hak tanggungan, premi asuransi kebakaran, premi asuransi jiwa kredit dll. Biaya KPR ini penting diperhatikan karena jumlahnya tidak sedikit.

Biaya KPR umumnya harus dilunasi sebelum akad kredit.Calon nasabah harus membayarnya dimuka sehingga diperlukan persiapan dana.

5. Persyaratan Kredit dan Dokumen

Persyaratan ini wajib dipersiapkan sebelum mengajukan pinjaman:

Uang muka: Syarat minimum uang muka adalah 30% dari harga jual beli rumah. Ini ketentuan dari Bank Indonesia yang wajib diikuti.

Dokumen: Ada dua jenis dokumen yang perlu dipersiapkan, yaitu sumber pembiayaan dan kepemilikan properti. Dokumen pembiayaan untuk membuktikan bahwa nasabah punya kemampuan membayar, sementara dokumen kepemilikan untuk menunjukkan siapa pemilik yang sah dari properti yang akan dibeli.


Foto: rumah.com


Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera