Ini Dia Keluhan Terbanyak Masyarakat Soal Pinjol

2020-01-16 09:51:22

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebut cara penagihan adalah masalah yang paling banyak diadukan konsumen terkait pinjaman online (pinjol) sepanjang 2019 lalu.

"Memang waktu kami survei, banyak konsumen yang mengeluhkan masalah tata cara penagihan yang tidak sesuai dengan prosedur," ujar Staf Pengaduan YLKI Rio Priambodo di Kantor YLKI, Jakarta, Selasa (14/1/2020), dilansir via detikcom.

Berdasarkan catatan YLKI, dari total 86 kasus soal pinjaman online, 39,5% aduan di antaranya menyangkut masalah cara penagihan yang dianggap tidak sesuai aturan.

Salah satunya, menggunakan pihak ketiga sebagai penagih utang konsumen, lalu ketika konsumen tak mampu membayar tepat waktu, pihak ketiga tersebut langsung menyita ataupun mengambil barang yang dibeli melalui pinjol tersebut.

"Jadi kebanyakan dari mereka (pelaku usaha pinjol) menggunakan pihak ketiga untuk menagih, dan langsung mengambil aset ataupun menyita item konsumen yang berutang," tuturnya.

Parahnya, kebanyakan dari kasus yang diterima, penagihan tersebut juga menimpa kepada kerabat ataupun penanggung jawab dari konsumen yang berutang.

Ditambah, tingkat literasi konsumen yang masih rendah dalam membaca ketentuan yang ditetapkan pelaku pinjol.

"Seharusnya pihak peminjam bisa menginformasikan ketentuan pinjaman dengan konsumen secara jelas, dan memiliki data lengkap atas konsumen yang terdaftar, serta penanggungnya. Kebanyakan Fintech yang belum (terdaftar OJK) ini tidak menggunakan itu. Sayangnya konsumen juga memiliki tingkat literasi yang kurang saat mendaftarkan diri," imbuhnya.

Masalah lain yang juga paling banyak diadukan konsumen seputar pinjol adalah terkait permohonan reschedule 14,5%, suku bunga 13,5%, administrasi 11,4% dan penagihan oleh pihak ketiga 6,2%.


Foto: Istimewa


Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera