OJK Sebut Bunga Pinjaman Online yang Tinggi Bukan Bunga

2019-07-11 11:10:15

Layanan pinjaman uang online saat ini menjadi pilihan banyak orang yang membutuhkan dana cepat. Alasannya karena proses pengajuannya yang tergolong lebih mudah dibandingkan dengan lembaga keuangan konvensional seperti bank.  

Kendati begitu, layanan pinjaman online yang menjamur saat ini di Tanah Air hadir bukan tanpa masalah. Tidak sedikit masyarakat kerap mengeluhkan bunga yang diberikan cukup tinggi.

Terkait permasalahan ini, Staf Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian dan Pengembangan Financial Technology, Bintang Prabowo, mengatakan bahwa perusahaan tekfin (fintech) hanya menghubungkan pemberi dengan penerima pinjaman.

"Tekfin tidak bisa memberi pinjaman. Kalau ada yang memberi pinjaman, laporkan OJK, sudah pelanggaran," ujar Bintang di Jakarta sebagaimana dikutip dari Antaranews, Kamis (11/7/2019.

Menurut Bintang, karena tidak bisa memberi pinjaman itu, maka tekfin juga tidak bisa menentukan nilai bunga.

"Berdasarkan POJK Nomor 77 tahun 2016, tekfin hanya bisa menyarankan nilai bunga. Pihak yang memutuskan berapa nilai bunga tetap para penggunanya yaitu pemberi dan peminjam," paparnya.

Menyoal bunga yang tinggi, Bintang menjelaskan bahwa tekfin sudah transparan menunjukkan biaya yang harus dikembalikan sebelum kredit diajukan.

"Ketika saya pinjam Rp 3.000.000 di Tekn, itu langsung ditunjukkan di aplikasi saya harus kembalikan Rp 3.400.000 dalam satu kali pinjaman, katakan tenornya itu satu bulan," jelas dia.

Kelebihan Rp 400.000 itu sendiri disebutkan merupakan total biaya yang ditanggung perusahaan tekfin dalam satu bulan, bukan bunga secara keseluruhan.

"Bunganya itu bisa jadi sangat kecil, lalu apa yang buat jadi besar? Biaya operasional tekfinnya juga," lanjutnya.

Bintang mengatakan bahwa rincian biaya berbeda-beda setiap perusahaan. Pasalnya beberapa tekfin juga mengenakan biaya pendampingan.

"Tekfin itu kan butuh Sumber Daya Manusia (SDM) juga, saya yakin bunga yang diterima negara tidak sebesar itu, kita menyebut kelebihan itu bukan bunga tapi total biaya," ujar Bintang.

SDM juga disebutkan merupakan salah satu yang menyebabkan biaya operasional perusahaan meningkat. Ini karena perusahaan harus menggaji ahli IT, yang gajinya jauh di atas Upah Minimum Provinsi.

Bintang menganjurkan bahwa alangkah baiknya bila masalah bunga berbentuk total biaya yang tinggi itu diserahkan kepada masyarakat.

"Kalau salah satu tekfin ada yang menawarkan total biaya lebih kecil, masyarakat lambat laun akan melirik tekfin itu kan? Tekfin yang lain lambat laun juga akan menurunkan biayanya juga. Kita pakai prinsip pasar terbuka saja," pungkasnya.


Foto: Ojk.go.id

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera