Tak Bayar Cicilan Fintech, Tak Bisa Ngutang Lagi

2019-10-11 14:34:54

Wakil Ketua Umum AFPI , Sunu Widyatmoko mengatakan, sistem pusat data fintech lending (Pusdafil)  saat ini masih terus dikembangkan. Lewat Pusdafil ini nantinya, semua masyarakat yang meminjam pada fintech lending akan terekam datanya di sana.

Pasalnya, saat ini pemijaman dana lewat fintech semakin mudah. Tanpa perlu bertatap muka, masyarakat bisa mendapatkan kuncuran pinjaman dari para lender fintech lending.

"Mereka akan tercatat [dalam pusdafil]. Bahwa mereka yang tidak membayar suatu pinjaman melalui fintech, akan terkonsolidasi dalam sistem pusat data fintech lending, yang akan kita bangun," kata Sunu saat ditemui di Hotel Four Seaons, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019).

Maka dari itu, lanjut dia, literasi keuangan sangat penting untuk dilakukan dan menjadi pekerjaan rumah (PR) untuk semua pelaku usaha fintech lending, maupun stake holder terkait.

"Jadi bukan hanya kami sebagai pelaku fintech. Kalau bicara literasi keuangan, itu adalah PR seluruh insan di lembaga keuangan, termasuk OJK," tuturnya.

Dari catatan AFPI, kredit macet yang ada dalam fintech lending kebanyakkan adalah berasal dari masyarakat untuk kebutuhan konsumsi. Kendati demikian, ia enggan menyebut berapa besarannya.

Sementara itu, untuk masyarakat yang meminjamkan dananya untuk kegiatan produktif seperti melakukan usaha, Sunu melihat bahwa mereka cenderung tepat waktu dalam membayar.

"Kalau terkait fintech lending yang produktif, saya rasa gak masalah [dalam membayar]. Karena biasanya mereka ada jaminan dan ada kolateral [agunan], yang misalnya digunakan untuk pelunasan pinjaman," kata dia menjelaskan.

Sunu pun menghimbau kepada seluruh masyarakat yang ingin meminjam melalui fintech lending, harus sadar diri akan kemampuan membayarnya.

Untuk diketahui pusdafil akan memuat informasi terkait calon peminjam yang terindikasi melakukan penipuan (fraud), terlambat membayar pinjaman, dan meminjam di lebih dari satu perusahaan fintech lending.

Sehingga nantinya, masyarakat yang masih menunggak bayar pinjamannya, akan diminta untuk membayarkan terlebih dahulu dan baru bisa membuat pinjaman berikutnya.

Adapun seluruh transaksi akan terekam dalam Pusdafil, bukan hanya transaksi yang masuk daftar hitam. Nasabah yang aktif meminjam pun nantinya akan tercatat, dan bisa menjadi skor kredit awal.

Foto:cnbcindonesia.com

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera