BI: Ekonomi Syariah Dukung Pemulihan Ekonomi Dampak Corona

2020-05-26 12:55:23
Ekonomi syariah menunjukkan kinerja yang berdaya tahan pada 2019. Bahkan sistem ekonomi ini diklaim punya potensi yang besar untuk terus berkembang ke depan, termasuk berperan memulihkan ekonomi yang dampak pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan oleh Bank Indonesia (BI) dalam Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah 2019 yang memiliki tema “Bersinergi dan Bertransformasi Menuju Visi”.

Dikutip dari Idxchannel.com, Selasa (26/5), Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan laporan ini merupakan edisi perdana, berisi intisari lengkap perkembangan terkini dan kebijakan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Bank Indonesia dalam bersinergi bersama Pemerintah dan otoritas terkait.

Dia berharap laporan yang akan diterbitkan secara tahunan itu dapat bermanfaat bagi evaluasi dan perumusan kebijakan ekonomi dan keuangan syariah nasional, khususnya dalam mencapai visi Indonesia Maju dan menjadi Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Terkemuka di Dunia.

BI mengatakan, pangsa pasar syariah yang besar dan terus bertumbuh adalah modal penting dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional sebagai salah satu motor penggerak perekonomian.

Tak hanya itu, ekonomi syariah juga merupakan sumber pertumbuhan baru yang inklusif, berkelanjutan dan mengedepankan prinsip-prinsip keadilan dan alternatif sumber pembiayaan yang memperkuat keuangan syariah secara umum.

Ekonomi syariah ditopang oleh permintaan domestik di tengah penurunan ekspor akibat melambatnya perekonomian global pada 2019. Berdasarkan halal value chain (HVC), kinerja ekonomi syariah secara umum lebih tinggi dibandingkankan dengan PDB nasional dengan kenaikan sebesar 5,72%.

Penopangnya adalah sektor makanan halal, yang kontribusinya paling besar pada total sektor prioritas dalam HVC. Dalam jangka pendek pada 2020, dampak pandemi COVID 19 disebutkan akan menurunkan kinerja sektor perioritas ekonomi syariah.

Sementara dalam jangka menengah, momentum pemulihan perkenomian dari dampak COVID 19, akan dimanfaatkan untuk mendorong pengembangan ekonomi syariah. Itu dilakukan dengan fokus pada upaya transformasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional.

BI mengatakan, strategi pengembangan terintegrasi akan terus diperkuat melalui penerbitan Perpres nomor 28 tahun 2020 tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Dijelaskan dalam KNEKS, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah mencakup (i) pengembangan industry produk halal; (ii) pengembangan industry keuangan syariah; (iii) pengembangan dana sosial syariah; dan (iv) pengembangan dan perluasan kegiatan usaha syariah.


Foto: Bisnis.com

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera