Berjalan Lambat, Perbankan Syariah Sulit Saingi Perbankan Konvensional

2019-06-11 16:09:43

Selama lima tahun terakhir, kondisi perbankan berbasis syariah tampaknya tidak menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Lembaga keuangan jenis ini dikabarkan masih sulit menghadapi bank konvensional.

Hal ini pun dibenarkan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Halim Alamsyah. Kepada CNBC Indonesia, dia baru-baru ini mengatakan kinerja perbankan syariah saat ini masih lambat.

Kondisi ini membuat perbankan syariah selalu menjadi pembahasan, terutama masalah penguatan modal, likuiditas dan efisiensi. Selain itu kondisi setiap bank pun tidak sama.

Menurut Halim ada bank yang kondisinya bagus, ada yang memprihatinkan, dan ada pula yang biasa saja. "Harus ada penguatan permodalan, likuiditas harus dijaga dan efisiensi harus ditingkatkan," katanya.

Mengutip data Statistik Perbankan Syariah (SPS) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kondisi pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) disebutjan memang jauh lebih tinggi dari konvensional.

Sebagai perbandingan, NPF pada akhir Maret berada pada level 3,44%, sedangkan kredit bermasalah perbankan konvensional (NPL) berada pada level 2,5%.

Sebelumnya, pembiayaan bermasalah perbankan syariah lebih besar lagi. Nilainya tercatat mencapai 4,76% pada akhir 2017 dan 4,42% pada 2016. Hal ini berdampak profitabilitas dari perbankan syariah yang sebesar Rp 5,12 triliun pada periode 2018.

Dari tingkat aset sebesar Rp 316,691 triliun, maka return on asset (ROA) perbankan syariah terhitung sebanyak 1,28%. Sementara ROA perbankan konvensional lebih besar lagi. Yaitu menyentuh 2,55% pada akhir Desember 2018.


Foto: Dream.co.id

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera