Bos BSI Merenspons Rencana Merger Unit Usaha Syariah BTN

2021-02-26 11:11:33

Cashcash Pro – Unit usaha syariah PT Bank Tabungan Negara Tbk. (UUS BTN) berencana bergabung (merger) dengan PT Bank Syariah Indonesia (BSI). Pembahasan soal rencana merger ini di akan dilakukan setelah ditetapkannya Direktur Utama BTN pada RUPST tahun buku 2020 Maret 2021.

Jika resmi bergabung, BSI dipastikan akan mendapatkan tambahan aset sekitar Rp32 triliun dari UUS BTN.

Lantas bagaimana tanggapan pihak BSI? Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi mengatakan pihaknya memiliki peta jalan untuk membangun kapabilitas di tingkat global.

Tahun ini, BSI disebutkan akan fokus mengejar pertumbuhan secara inorganik melalui akuisisi unit usaha syariah maupun BPD termasuk memulai pembicaraan terkait rencana masuknya UUS BTN ke dalam perseroan. Rencana ini sebelumnya diarahkan oleh pemegang saham sejak awal.

"[UUS BTN] ini sudah dipesan pemegang saham. Kementerian sudah tanya saya beberapa kali. Saya bilang nanti dulu, tunggu dirut baru definitif," ujar Hery dalam rapat kerja nasional Bank Syariah Indonesia, dikutip dari Bisnis, Jumat (26/2/2021).

Jika UUS BTN resmi bergabung, BSI diperkirakan akan mendapatkan tambahan aset sebesar Rp32 triliun menjadi Rp271,56 triliun. Dengan aset sebanyak ini, BSI tercatat sebagai bank syariah terbesar ketujuh di industri perbankan nasional.

Bahkan BSI digadang-gadang mampu melewati total aset CIMB Niaga yang saat ini berada di urutan enam terbesar. "Aset UUS BTN sekitar Rp31 triliun - Rp32 triliun. Ini tentunya kalau kita diberikan kesempatan untuk ini, berarti akan nambah aset kita tahun ini sekitar Rp32 triliun," katanya.

"Tentunya ini ada proses deal bisnis to bisnis, ada due diligent. Temen-temen dari risk harus turun nanti melihat kualitasnya, melihat potensinya, melihat seperti apa aset yang dimiliki," pungkasnya.

Foto: Ist.

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera