Di-merger, Bank Syariah BUMN Bakal Jadi yang Terbesar ke-8 di Indonesia

2020-07-06 11:46:20

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana melakukan merger (peleburan) seluruh bank syariah milik bank BRI, BNI, dan Mandiri mulai Februari 2021 mendatang.

Proses merger saat ini masih tengah berlangsung. Jika rampung, hasil merger bank syariah tersebut diklaim akan akan menjadi yang terbesar ke-8 di Tanah Air.

"Jadi sudah lumayan," kata Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Ventje Rahardjo kepada Tempo, Senin (6/7/2020).

Rencana merger terhadap tiga bank syariah milik bank BUMN tersebut sudah ada sejak awal 2019. Merger akan dilakukan guna mengakselerasi ekonomi syariah di tanah air.

Meski demikian, tantangan untuk menjadi bank syariah yang lebih besar masih banyak. Meski menjadi yang terbesar ke-8 di Indonesia, namun masih kalah dari bank syariah lain di negara seperti Kuwait dan Malaysia. "Mereka relatif sudah besar" kata Ventje.

Menurut Ventje, merger bank syariah BUMN ini adalah salah satu penggerak pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Periode pendirian bank syariah sudah selesai, sekarang memasuki periode pengembangan. "Salah satunya caranya konsolidasi dan merger," ujarnya.

Langkah merger ini sendiri sesuai dengan yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Indonesia ditargetkan menjadi pemain terkemuka ekonomi keuangan syariah global. "Ini menjadi aspirasi nasional," lanjut dia.

Ventje pun menilai perhatian Muhammadiyah ini pada UMKM sangatlah baik. Ia pun sepakat UMKM harus mendapatkan perhatian dalam merger ini. Dengan merger, maka permodalan akan lebih kuat, sehingga kemampuan untuk memberikan pembiayaan pada UMKM juga meningkat.

Rencana merger bank syariah BUMN ini sendiri mendapatkan penolakan dari Muhammadiyah. Mereka khawatir jika semakin besar sebuah bank, semakin besar pula kecenderungannya terdorong menyalurkan pembiayaannya kepada korporasi karena lebih praktis.

Namun Ventje mengatakan, semua bank memang biasanya mempunyai pertimbangan dan pembagian resiko kredit. Dia menilai nantinya bakal ada arahan dari pemerintah khususnya untuk UMKM ini. "Apabila bank ini sudah jadi, tinggal mengarahkan seberapa besar portofolionya untuk UMKM," kata dia.


Foto: Republika.co.id

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera