5 Cara Hadapi Fintech Ilegal Agar Tak Ketipu

2019-10-07 10:47:18

Industri keuangan berbasis teknologi atau financial technology (fintech) masih dibayangi dengan kehadiran fintech ilegal. Hingga September 2019 saja, Satgas Waspada Investasi menemukan 123 fintech ilegal yang tidak memiliki status terdaftar secara resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tentunya fenomena menjamurnya fintech ilegal ini sangat meresahkan dan mengkhawatirkan masyarakat. Apalagi layanan fintech saat ini sedang populer dan permintaannya sedang tinggi-tingginya.

Sebagai catatan, hingga Juli 2019 ada lebih dari 11 juta pengguna fintech lending di Indonesia, dengan total pinjaman yang disalurkan mencapai Rp49,79 triliun. Angka ini naik 119,69% dibanding dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Co-Founder dan juga CEO dari Kredivo Akshay Garg mengatakan, pelaku fintech ilegal menjalankan kegiatan bisnisnya tanpa izin sehingga banyak produk dan layanannya yang tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku terutama terkait dengan keamanan data dan perlindungan konsumen

Dia menyebut lliterasi keuangan masyarakat Indonesia yang rendah juga masih menjadi tantangan besar dalam memaksimalkan manfaat dari kehadiran fintech, sehingga fintech ilegal bisa merebut pasar secara leluasa.

Selaku pelaku industri resmi, Kredivo yang dipimpinnya disebutkan berupaya untuk memaksimalkan peran kami dalam turut meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia melalui inovasi produk dan layanan.

Terkait dengan munculnya fenomena fintech ilegal, masyarakat juga dituntut semakin cermat, kritis, dan bijak dalam menggunakan layanan melalui fintech.

Agar tidak terjerat fintech ilegal, CEO Kredivo Akshay Garg memberikan sejumlah cara bagaimana supaya Anda tidak menjadi korban fintech bodong. Berikut tipsnya sebagaimana dilansir dari Uzone.id:

1. Cek apakah fintech sudah terdaftar di OJK

Cara mengetahui suatu fintech itu legal atau tidak, Anda bisa mengeceknya langsung melalui website OJK di www.ojk.go.id. Di samping itu, Anda dapat mengetahui informasi lebih lanjut mengenai identitas perusahaan fintech melalui review teman atau kerabat terdekat.

3. Ketahui besaran bunga yang diberikan

Konsumen fintech lending, Anda harus mengetahui secara rinci besaran bunga yang diberikan di setiap kredit. Setelah itu, Anda harus mempertimbankan, apakah bunga tersebut sudah sesuai dengan harapan dan kemampuan Anda dalam membayar pinjaman beserta bunganya.

4. Pelajari hak dan kewajiban transaksi

Hak dan kewajiban adalah salah satu hal terpenting yang perlu pelajari saat mengajukan pinjaman. Namun nyatanya hal ini kerap dilewatkan oleh para konsumen.

Oleh karena kitu, Anda sebagai konsumen atau calon peminjam harus mengetahui dengan betul seluruh hak dan kewajiban Anda dan juga resiko yang akan ditanggung di kemudian hari.

5. Unduh aplikasi dari sumber resmi

Terakhir yang tak kalah pentingnya adalah Anda harus memastikan aplikasi pinjaman yang digunakan berasal dari sumber yang resmi. Aplikasi-aplikasi pinjaman resmi bisa diunduh melalui Google Play Store (Android) dan App Store (iOS).

Apabila Anda menggunakan aplikasi pinjaman yang diunduh dari sumber tidak resmi, maka ada potensi bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mencuri data pribadi Anda melalui berbagai malware hingga adware.


Foto: Katadata.co.id

Blog terkait

Unduh Sekarang Pinjam Segera
Unduh Sekarang Pinjam Segera